MANAJEMEN DAN ORGANISASI (Pt 1)





MANAJEMEN DAN ORGANISASI
 
 
I.          TUJUAN PERUSAHAAN
Perusahaan didirikan tentu memiliki tujuan yang telah ditentukan, sebab tujuan merupakan titik tolak bagi segala pemikiran dalam perusahaan dan tujuan juga memberikan arah bagi kegiatan dan cara untuk mengukur efektivitas kegiatan perushaan. Sering dikatakan bahwa, tujuan perusahaan pad umumnya ialah untuk memuaskan kebutuhan konsumen dengan nilai-nilai tertentu. Sebenarnya, pertimbangan akhir mengenai barang atau jasa apa yang harus dibuat oleh perusahaan terletak pada konsumen. Konsumen akan memberikan pertimbangan mengenai seberapa jauh kebutuhannya telah dapat dipenuhi dengan membeli barang dan jasa tersebut. Diasumsikan bahwa, konsumen dapat bertindak rasional, menganalisis kebutuhannya, menentukan persyaratannya dalam pemuasan kebutuhan, menilai kemampuan barang dan jasa tersebut untuk memenuhi kebutuhan serta mampu untuk memperkirakan nilai kepuasan tersebut dibandingkan dengan harga atau biaya barang dan jasa itu. Tiga hal yang harus diperhatikan dalam menentukan tujuan perusahaan :

1.  Perusahaan harus melakukan usahanya dalam aktivitas yang spesifik yang bermanfaat secara ekonomis dan sosial. Manfaat ekonomis berkaitan dengan keuntungan yang didapatkan baik oleh perusahaan dan konsumen. Manfaat sosial berkaitan dengan pandangan konsumen bahwa tujuan perusahaan adalah "baik" dalam perspektif konsumen. Contoh : Tujuan perusahaan adalah menjadi penyedia jasa hiburan judi terbesar di negara X. Secara ekonomis dengan adanya usaha di tempat tertentu, maka sektor pendukung yang lain akan ikut berkembang.

2.    Perusahaan harus mengembangkan organisasi untuk terus melanjutkan usahanya dan mengimplementasikan strategi-strateginya. Contoh : Tujuan perusahaan adalah menjadi penyedia jasa katering terbesar di Jakarta. Dengan adanya tujuan tersebut, perusahaan dapat membuat berbagai macam produk makanan dan jasa layanan yang mendukung tujuan perusahaan. Ini juga berarti seluruh ide untuk produk dan jasa yang tidak mendukung tujuan perusahaan dapat dihilangkan.

3.    Perusahaan harus mendapatkan keuntungan yang cukup untuk bertahan hidup. Contoh : Tujuan jangka pendek perusahaan adalah bertahan hidup, jangka menengah 10%, jangka panjang 5%. Besarnya angka sasaran bervariasi dan tergantung pada kebijakan dan kondisi perusahaan masing-masing.
 
Tujuan perusahaan pada umumnya ialah untuk memuaskan kebutuhan dari konsumen dengan nilai-nilai tertentu. Tujuan perusahaan dapat digolongkan sebagai berikut :

1.    Tujuan Pelayanan Primer

Tujuan primer adalah pembuatan barang/jasa yang dijual untuk memenuhi kebutuhan konsumen. Tujuan ini adanya dukungan dari :

1)   Tujuan Organisatoris adalah nilai- nilai yang harus disumbangkan oleh masing-masing atau kelompok individu yang berada pada bagian yang bersangkutan. 

2)    Tujuan Operasional adalah nilai-nilai yang disumbangkan oleh masing-masing tahap dalam suatu unit prosedur kerja secara keseluruhan.

 

2.    Tujuan Pelayanan Kolateral
Dalam perusahaan besar, hubungan antara masing-masing pihak menjadi semakin jauh, sedangkan masing-masing pihak mempunyai tujuan sendiri-sendiri. Maka perlu diketahui perbedaan tujuan primer dan tujuan individu atau kelompok yang disebut juga kolateral. Hal ini karena tujuan kolateral perusahaan akan tercapai apabila tujuan primer terpenuhi terlebih dahulu. Tujuan kolateral dibedakan dalam:

1)  Tujuan Kolateral Pribadi adalah nilai-nilai yang ingin dicapai oleh individu atau kelompok individu dalam perusahaan.

2)   Tujuan Kolateral Sosial ialah nilai-nilai ekonomi yang lebih luas/umum yang diperlukan bagi kesejahteraan masyarakat dan yang dapat secara langsung dihasilkan dari kegiatan perusahaan. Tujuan Kolateral Sosial bersifat lebih luas untuk kepentingan masyarakat, misalkan : membayar pajak.
 
3.    Tujuan Pelayanan Sekunder
Tujuan pelayanan sekunder ini merupakan nilai-nilai yang diperlukan oleh perusahaan untuk mencapai tujuan primer. Contoh:

1)  Bagian pemeliharaan dari suatu pabrik tidak memberikan sumbangan secara langsung terhadap penciptaan, distribusi atau pembelanjaan barang dan jasa, tetapi mempermudah pekerjaan fungsi-fungsi tersebut, sehingga kegiatan perusahaan dapat lebih ekonomis

2)  Bagian staf juga menyumbangkan tujuan sekunder tujuan sekunder, dengan memberikan ide-ide kepada bagian operasi dalam organsiasi perusahaan

3)   Staf hukum dapat juga menyumbangkan tujuan sekunder dengan memberikan nasehat-nasehat hukum.
 
Namun secara umum, tujuan perusahaan dapat berupa :
1)     Mencapai keuntungan maksimal,
2)     Mempertahankan kelangsungan hidup,
3)     Mengejar pertumbuhan, dan
4)     Menampung tenaga kerja
 
Untuk dapat mencapai beberapa tujuan yang telah diuraikan di muka, maka perusahaan harus pandai dalam mengelola faktor-faktor produksi atau sumber daya yang ada di dalam perusahaan. Faktor-faktor tersebut yaitu: Men, Material, Machines, Methodd, Money). Kelima faktor tersebut harus dikembangkan semaksimal mungkin oleh manajer perusahaan dengan menggunakan fungsi aspek manajemen yaitu: Perencanaan, Pengorganisasian, Pengarahan, Pengkoordinasian, dan Pengndalian. Seringkali kelima faktor produksi tersebut ditambah lagi dengan “Market” (pasar) yaitu: Tenaga kerja, bahan baku, mesin, metode, uang, dan pasar.
 
 
II.          PENGERTIAN MANAJEMEN
Manajemen adalah “Suatu proses yang khas, yang terdiri atas kegiatan-kegiatan perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pengkoordinasian dan pengendalian yang dilakukan untuk menentukan serta mencapai sasaran-sasaran melalui pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber daya yang lain”. Untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan diperlukan alat-alat sarana (tools). Yang merupakan sumber ekonomi yang dikenal juga dengan 5M ditambah dengan Market 6M:
 
1.  Man merujuk pada sumber daya manusia yang dimiliki oleh organisasi. Dalam manajemen, faktor manusia adalah yang paling menentukan. Manusia yang membuat tujuan dan manusia pula yang melakukan proses untuk mencapai tujuan. Tanpa ada manusia tidak ada proses kerja, sebab pada dasarnya manusia adalah makhluk kerja. Oleh karena itu, manajemen timbul karena adanya orang-orang yang berkerja sama untuk mencapai tujuan.
 
2.    Money atau Uang merupakan salah satu unsur yang tidak dapat diabaikan. Uang merupakan alat tukar dan alat pengukur nilai. Besar-kecilnya hasil kegiatan dapat diukur dari jumlah uang yang beredar dalam perusahaan. Oleh karena itu uang merupakan alat (tools) yang penting untuk mencapai tujuan karena segala sesuatu harus diperhitungkan secara rasional. Hal ini akan berhubungan dengan berapa uang yang harus disediakan untuk membiayai gaji tenaga kerja, alat-alat yang dibutuhkan dan harus dibeli serta berapa hasil yang akan dicapai dari suatu organisasi.
 
3.    Material terdiri dari bahan setengah jadi (raw material) dan bahan jadi. Dalam dunia usaha untuk mencapai hasil yang lebih baik, selain manusia yang ahli dalam bidangnya juga harus dapat menggunakan bahan/materi-materi sebagai salah satu sarana. Sebab materi dan manusia tidaki dapat dipisahkan, tanpa materi tidak akan tercapai hasil yang dikehendaki.
 
4.  Machine atau Mesin digunakan untuk memberi kemudahan atau menghasilkan keuntungan yang lebih besar serta menciptakan efesiensi kerja.

 

5.  Metode adalah suatu tata cara kerja yang memperlancar jalannya pekerjaan manajer. Sebuah metode daat dinyatakan sebagai penetapan cara pelaksanaan kerja suatu tugas dengan memberikan berbagai pertimbangan-pertimbangan kepada sasaran, fasilitas-fasilitas yang tersedia dan penggunaan waktu, serta uang dan kegiatan usaha. Perlu diingat meskipun metode baik, sedangkan orang yang melaksanakannya tidak mengerti atau tidak mempunyai pengalaman maka hasilnya tidak akan memuaskan. Dengan demikian, peranan utama dalam manajemen tetap manusianya sendiri.
 
6. Market atau pasar adalah tempat di mana organisasi menyebarluaskan (memasarkan) produknya. Memasarkan produk sudah barang tentu sangat penting sebab bila barang yang diproduksi tidak laku, maka proses produksi barang akan berhenti. Artinya, proses kerja tidak akan berlangsung. Oleh sebab itu, penguasaan pasar dalam arti menyebarkan hasil produksi merupakan faktor menentukan dalam perusahaan. Agar pasar dapat dikuasai maka kualitas dan harga barang harus sesuai dengan selera konsumen dan daya beli (kemampuan) konsumen.
 
Disamping itu manajemen juga menggunakan metode ilmiah dan seni dalam setiap pendekatan atau penyelesaian masalah yang meliputi urutan kegiatan sebagai berikut :
1.    Mengetahui adanya persoalan,
2.    Mendefinisikan persoalan,
3.    Mengumpulkan fakta, data dan informasi,
4.    Menyusun alternatif penyelesaian,
5.    Mengambil keputusan dengan memilih salah satu alternatif penyelesaian,
6.    Melaksanakan keputusan serta tindak lanjut
 
Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa, setiap perusahaan memiliki tujuan primer untuk menyediakan barang dan jasa yang diperlukan konsumen dengan mengingat tujuan sekunder yang menyangkut kepentingan pemilik, manajer, pekerja dan masyarakat umum.
Dalam hal ini manajemen berpedoman bahawa pada sistem pemikiran yang menetapkan suatu hubungan logis antara konsepsi-konsepsi yang menyangkut tujuan perusahaan dengan prinsip, fungsi dan faktor yang dipergunakan untuk mencapai tujuan tersebut.

Oleh sebab itu manajemen sangat berpengaruh terhadap pemikiran eksekutif dalam mengambil keputusan untuk menentukan tujuan yang diinginkan, memilih prioritas kegiatan yang dilakukan, menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapi serta pendayagunaan pekerjaan eksekutif. Di sini manajemen mengandung dua unsur yaitu:

 
1.    Konsepsi Nilai
Konsepsi nilai dalam manajemen meliputi keyakinan-keyakinan sebagai berikut:

1)  Pemberian kepuasan kepada konsumen yang merupakan tujuan primer dari perusahaan/ manajemen dan keuntugan merupakan penghargaan yang tepat bagi usaha yang berhasil dalam mencapai tujuan primer tersebut

2)  Tujuan primer perusahaan harus harus diprioritaskan terlebih dahulu daripada kepentingan pribadi pemilik, manajer dan karyawan

3)     Pentingnya digunakan metode ilmiah sebagai dasar untuk penyelesaian masalah perusahaan.

4)     Perlunya pengkajian terhadap prisnip-prinsip kepemimpinan eksekutif

5)     Standar etika yang baik merupakan dasar hubungan usaha

6)     Adanya hak pekerja untuk mengadakan perjanjian kerja secara kolektif

7)     Pentingnya memelihara inisiatif perseorangan dan kebebasan bertindak

8)    Kewajiban pemilik danmanajer untuk mengembangkan teknologi serta kemajuan perusahaan.
 
2.    Faktor-Faktor Perusahaan
Selain menetapkan konsep nilai tersebut, manajemen juga perlu menunjukan faktor-faktor pokok yang ada di linkgungan perusahaan, sehingga perlu dipertimbangkan, diperhitungkan dan dikembangkan. Hal ini dapat digambarkan sebagai berikut:

 


 
III.             PRINSIP MANAJEMEN
Prinsip-prinsip dalam manajemen bersifat lentur dalam arti bahwa perlu dipertimbangkan sesuai dengan kondisi-kondisi khusus dan situasi-situasi yang berubah. Menurut Henry Fayol, seorang pencetus teori manajemen yang berasal dari Perancis, prinsip-prinsip umum manajemen ini terdiri dari:

1.     Pembagian Kerja (Division of Work)
Pekerjaan harus dibagi menjadi unsur-unsur yang lebih kecil atau di-spesialisasi sehingga Output (hasil kerja) Karyawan dan Efektifitas akan meningkat seiring dengan peningkatan kemampuan dan keahlian pada tugas yang diembannya.

2.     Keseimbangan Wewenang dan Tanggung Jawab (Authority dan Responsibility)

Para Manager memiliki wewenang dalam memerintahkan bawahan melakukan atau tidak melakukan sesuatu. Setiap Karyawan diberikan wewenang untuk melakukan suatu pekerjaan. Tetapi suatu hal yang perlu diingat, Wewenang tersebut berasal dari suatu Tanggung Jawab. Oleh karena itu, Wewenang dan Tanggung Jawab harus seimbang, makin besar wewenangnya makin besar pula pertanggungjawabannya.

3.     Displin (Dicipline)
Disiplin harus ditegakkan dalam suatu organisasi, namun setiap organisasi memiliki cara yang berbeda-beda dalam menegakkan kedisiplinannya. Kedisiplinan merupakan dasar dari keberhasilan suatu organisasi dalam mencapai tujuan organisasinya.

4.     Kesatuan Komando (Unity of Command)
Berdasarkan Prinsip Kesatuan Komando, Karyawan seharusnya hanya menerima perintah dari seorang atasan saja dan juga bertanggung jawab kepada satu atasan saja. Jika terlalu banyak Atasan yang memberikan perintah, karyawan yang bersangkutan akan sulit untuk membedakan prioritasnya. Hal ini juga akan menimbulkan kebingungan dan tidak fokus pada tugas yang diberikannya.

5.     Kesatuan Arah (Unity of Direction)
Karyawan yang bekerja dalam suatu organisasi harus memiliki tujuan dan arah yang sama dan bekerja berdasarkan rencana yang sama.

6.     Mengutamakan Kepentingan Organisasi diatas kepentingan Individu (Subordination of Individual Interests to the General Interest)
Kepentingan Organisasi harus didahulukan dari Kepentingan Individu seorang karyawan. Termasuk kepentingan Individu Manager itu sendiri.

7.     Kompensasi yang adil (Remuneration)
Salah satu faktor yang mempengaruhi Kepuasan kerja karyawan adalah Upah atau Gaji yang didasarkan pada tugas yang dibebankannya. Kompensasi yang dimaksud ini dapat berupa Finansial maupun non-finansial.

8.     Sentralisasi (Centralization)

Menurut Fayol, seorang pemimpin atau Manajer harus mengadopsi prinsip Sentralisasi yang seimbang (bukan Sentralisasi penuh ataupun Desentralisai penuh). Hal ini dikarenakan Sentralisasi penuh (Complete Centralization) akan mengurangi peranan bawahan dalam suatu organisasi, sedangkan desentralisasi akan menimbulkan kesimpangsiuran dalam pengambilan keputusan. Wewenang tertentu harus didelegasikan sebanding dengan Tanggung Jawab yang diberikan.

9.     Rantai Skalar (Scalar Chain)
Rantai Skalar adalah garis wewenang dari atas sampai ke bawah. Setiap karyawan harus menyadari posisi mereka di dalam Hirarki Organisasi. Garis wewenang ini akan menunjukan apa yang menjadi wewenang dan tanggung jawabnya.
10.  Tata Tertib (Order)
Tata Tertib memegang peranan yang penting dalam bekerja karena pada dasarnya semua orang tidak dapat bekerja dengan baik dalam kondisi yang kacau dan tegang.  Selain itu, untuk meningkatkan efisiensi dalam bekerja, fasilitas dan perlengkapan kerja harus disusun dengan rapi dan bersih.

11.  Keadilan (Equity)
Manager harus bertindak secara adil terhadap semua karyawan. Peraturan dan Perjanjian yang telah ditetapkan harus ditegakan secara adil sehingga Moral karyawan dapat terjaga dengan baik.

12.  Stabilitas kondisi karyawan (stability of tenure of personnel)
Mempertahankan Karyawan yang produktif merupakan prioritas yang penting dalam Manajemen. Manager harus berusaha untuk mendorong dan menciptakan loyalitas Karyawan terhadap organisasi.

13.  Inisiatif (Initiative)
Karyawan harus diberikan kebebasan untuk berinisiatif dalam membuat dan menjalankan perencanaan, tentunya harus dengan batas-batas wewenang dan tanggung jawab yang diberikan.

14.  Semangat Kesatuan (esprits de corps)
Dalam Prinsip “esprits de corps” ini, Manajemen harus selalu berusaha untuk mengembangkan dan meningkatkan semangat kesatuan Tim.
 
 
IV.            JENJANG MANAJEMEN
Dalam struktur organisasi bisnis terdapat tiga jenjang manajemen yaitu Manajemen Tertinggi, Manajemen Menengah dan Manajemen Tingkat Satu yang kegiatannya tercakup dengan apa yang disebut Hirarki Manajerial yang didalamnya terdapat rantai komando yaiturantai dimana terjadinya arus komunikasi, koordinasi, dan pengawasan dari manajemen tingkat atas menuju sub ordinat.  Organisasi atau badan usaha umumnya mempunyai sedikitnya tiga jenjang manajemen, yaitu:












 
1.      Manajer Puncak (Top Manager)

Disebut juga manajer senior, eksekutif kunci. Manajer puncak bertugas untuk memutuskan hal-hal yang penting bagi kelangsungan hidup perusahaan, menyusun rencana umum perusahaan dan mengambil keputusan-keputusan penting tentang merger, produk baru dan pengeluaran saham yang berkaitan dengan masalah perencanaan dan keputusan yang bersifat strategis(strategic planning). Jenjang ini meliputi:

 
1)     Dewan Direktur(Board of Directors),

Jenjang BOD bertugas:

a.     Bertanggung jawab terhadap kebijakan perusahaan secara menyeluruh.

b.  Bertanggung jawab kepada pemegang saham, hak dan kewajiban BOD dituangkan dalam company’s articles of association atau written partnership agreement.

c.  Legal responbility meliputi beitikad baik dan jujur, bertindak hati-hati, teliti dan didasarkan keahlian yang dimiliki.

d.     Mengawasi pembuatan dan distribusi laporan keuangan perusahaan.

e.     Memastikan perusahaan mematuhi peraturan hukum yang berlaku.

f.       Untuk keputusan yang tidak terprogram, biasanya lebih banyak diambil oleh manajer pada tingkat tinggi (top manajer).

 
2)     Direktur Utama
Direktur Utama (CEO) manajer yang diduduki di dewan direksi atau Chief Executif Officer ( CE ) dengan tugas menyusun rencana perusahaan maupun pengelolaan harta kekayaan perusahaan. Jenjang Direktur Utama bertugas:

a.     Sebagai eksekutor kebijakan BOD dan pihak yang memiliki managerial dan memiliki wewenang paling tinggi dalam operasional perusahaan.

b.   Menentukkan strategi dan kebijakan yang diambil, penggunaan sumber daya perusahaan, berhubungan dengan karyawan, pemegang saham dan investor potensial.

 

2.      Manajer Menengah (Middle Manajer)

Disebut juga sebagai manajer menengah, manajer administrasi yang meliputi pimpinan pabrik atau manajer divisi. Mereka bertanggung jawab menyusun rencana operasi dan melaksanakan rencana-rencana umum dari manajer puncak. Antara lain menangani permasalahan kontrol atau  pengawasan yang sifat pekerjaannya lebih banyak pada masalah administrasi: keputusan administrasi/taktis, yang berkaitan dengan pengelolaan sumber daya. Contoh: manajer, kepala divisi, kepala cabang

 
3.      Manajer Pertama (Manajer Lini)

Merupakan jenjang manajemen terendah,  yang tugas utamanya menyangkut pelaksanaan rencana yang dibuat oleh manajer madya, mengawasi pelaksanaan kegiatan operasional yang telah dilakukan oleh karyawan sehari-hari, sebagai supervisor atau mandor garis pertama yang bertanggung jawab melakukan supervisi kepada para karyawan yang melakukan pekerjaan hariannya yaitu berkaitan dengan kegiatan operasional (operasi harian) yang disebut keputusan operasional.

 
Seorang Manajer sebuah perusahaan bertanggung jawab atas manajemen fungsi-fungsi bisnis berikut:

1)      Inovasi

2)      Produksi
3)      Pemasaran
4)      Sumber Daya Manusia
5)      Keuangan dan Akuntansi
6)      Kepatuhan terhadap hukum
 
Sedangkan Peranan Manajer ada tiga, yaitu :

1)    Antar pribadi ( hubungan interpersonal )

2)  Pemberian informasi kepada pihak yang berkepentingan mengenai policy perusahaan (Informational Role).

3) Cara manajer mengimplementasikan suatu keputusan perusahaan di dalam kegiatan perusahaan ( Decision Role )

 
Henry Mintzberg, seorang ahli riset ilmu manajemen, mengemukakan bahwa ada sepuluh peran yang dimainkan oleh manajer di tempat kerjanya. Ia kemudian mengelompokan kesepuluh peran itu ke dalam tiga kelompok. yang pertama adalah peran antar pribadi, yaitu melibatkan orang dan kewajiban lain, yang bersifat seremonial dan simbolis. Peran ini meliputi peran sebagai figur untuk anak buah, pemimpin, dan penghubung. Yang kedua adalah peran informasional, meliputi peran manajer sebagai pemantau dan penyebar informasi, serta peran sebagai juru bicara. Yang ketiga adalah peran pengambilan keputusan, meliputi peran sebagai seorang wirausahawan, pemecah masalah, pembagi sumber daya, dan perunding. Mintzberg kemudian menyimpulkan bahwa secara garis besar, aktivitas yang dilakukan oleh manajer adalah berinteraksi dengan orang lain.

 
Sementara Robert L. Katz pada tahun 1970-an mengemukakan bahwa setiap manajer membutuhkan minimal tiga keterampilan dasar.Ketiga keterampilan tersebut adalah:

 
1.      Keterampilan konseptual (conceptional skill)

Manajer tingkat atas (top manager) harus memiliki keterampilan untuk membuat konsep, ide, dan gagasan demi kemajuan organisasi. Gagasan atau ide serta konsep tersebut kemudian haruslah dijabarkan menjadi suatu rencana kegiatan untuk mewujudkan gagasan atau konsepnya itu. Proses penjabaran ide menjadi suatu rencana kerja yang kongkret itu biasanya disebut sebagai proses perencanaan atauplanning. Oleh karena itu, keterampilan konsepsional juga meruipakan keterampilan untuk membuat rencana kerja.











 
2.      Keterampilan berhubungan dengan orang lain (humanity skill)

Selain kemampuan konsepsional, manajer juga perlu dilengkapi dengan keterampilan berkomunikasi atau keterampilan berhubungan dengan orang lain, yang disebut juga keterampilan kemanusiaan. Komunikasi yang persuasif harus selalu diciptakan oleh manajer terhadap bawahan yang dipimpinnya. Dengan komunikasi yang persuasif, bersahabat, dan kebapakan akan membuat karyawan merasa dihargai dan kemudian mereka akan bersikap terbuka kepada atasan. Keterampilan berkomunikasi diperlukan, baik pada tingkatan manajemen atas, menengah, maupun bawah.











 
3.      Keterampilan teknis (technical skill)

Keterampilan ini pada umumnya merupakan bekal bagi manajer pada tingkat yang lebih rendah. Keterampilan teknis ini merupakan kemampuan untuk menjalankan suatu pekerjaan tertentu, misalnya menggunakan program komputer, memperbaiki mesin, membuat kursi, akuntansi dan lain-lain.

 







 


  
Selain tiga keterampilan dasar di atas, Ricky W. Griffin menambahkan dua keterampilan dasar yang perlu dimiliki manajer, yaitu:
 
1.    Keterampilan manajemen waktu

Merupakan keterampilan yang merujuk pada kemampuan seorang manajer untuk menggunakan waktu yang dimilikinya secara bijaksana. Griffin mengajukan contoh kasus Lew Frankfort dari Coach. Pada tahun 2004, sebagai manajer, Frankfort digaji $2.000.000 per tahun. Jika diasumsikan bahwa ia bekerja selama 50 jam per minggu dengan waktu cuti 2 minggu, maka gaji Frankfort setiap jamnya adalah $800 per jam—sekitar $13 per menit. Dari sana dapat kita lihat bahwa setiap menit yang terbuang akan sangat merugikan perusahaan. Kebanyakan manajer, tentu saja, memiliki gaji yang jauh lebih kecil dari Frankfort. Namun demikian, waktu yang mereka miliki tetap merupakan aset berharga, dan menyianyiakannya berarti membuang-buang uang dan mengurangi produktivitas perusahaan.

 
2.    Keterampilan membuat keputusan
Merupakan kemampuan untuk mendefinisikan masalah dan menentukan cara terbaik dalam memecahkannya. Kemampuan membuat keputusan adalah yang paling utama bagi seorang manajer, terutama bagi kelompok manajer atas (top manager). Griffin mengajukan tiga langkah dalam pembuatan keputusan. Pertama, seorang manajer harus mendefinisikan masalah dan mencari berbagai alternatif yang dapat diambil untuk menyelesaikannya. Kedua, manajer harus mengevaluasi setiap alternatif yang ada dan memilih sebuah alternatif yang dianggap paling baik. Dan terakhir, manajer harus mengimplementasikan alternatif yang telah ia pilih serta mengawasi dan mengevaluasinya agar tetap berada di jalur yang benar.
 








Sumarni Murti & Suprihanto John, 2014, Pengantar Bisnis (Dasar-Dsar Ekonomi Perusahaan), liberty Yogyakarta

Share:

0 comments:

Posting Komentar

PENGUNJUNG