UANG DAN INSTITUSI KEUANGAN.





UANG DAN INSTITUSI KEUANGAN

Sudah sejak lama orang merasakan bahwa uang sangat penting peranannya dalam melancarkan kegiatan tukar-menukar dalam perekonomian.
Peranan tersebut akan  dapat sepenuhnya disadari apabila diperhatikan kesulitan-kesulitan yang akan timbul apabila tukar-menukar dilakukan secara barter. Berdasarkan ciri-ciri kegiatan perdagangan yang dijalankan dalam berbagai masyarakat baik di masa lalu dan pada masa kini, perekonomian dapat dibedakan kepada: "Perekonomian Barter" dan "Perekonomian Uang".
Perekonomian uang adalah perekonomian yang sudah menggunakan uang sebagai alat tukar dalam transaksinya dan sudah hampir semua negara digolongkan sebagai perekonomian uang. Sedangkan Yang diartikan dengan “perekonomian barter” adalah suatu sistem kegiatan ekonomi masyarakat dimana kegiatan produksi dan perdagangan masih menggunakan pertukaaran barang dengan barang. Jika dibandingkan keduanya jelas perekonomian barter memilki banyak kelemahan dan kesulitan diantaranya proses tukar menukar akan menjadi sangat rumit karena pertukaran hanya mungkin terjadi apabila kedua pihak yang akan mengadakan pertukaran memiliki barang yang diinginkan pihak lain dan kedua pihak menginginkan barang yang dimiliki pihak lain.
Keadaan yang demikian dinamakan Double Coincidence of Wants. selanjutnya, tanpa uang akan timbul kesulitan untuk memberikan nilai terhadap sesuatu benda dan harus dinyatakan nilainya dalam bentuk nilai tukar dengan berbagai jenis barang lain. lalu, perdagangan secara barter menghambat kelancaran kegiatan perdagangan yang pembayarannya dicicil. Akhirnya, tanpa uang masyarakat dan perusahaan-perusahaan akan menghadapi kesulitan dalam menyimpan kekayaan mereka. Kekayaan hanya boleh disimpan dalam bentuk menyimpan barang-barang yang mudah dijual seperti rumah, bangunan, emas dan perhiasan.


DEFINISI DAN CIRI-CIRI UANG

Dari kesulitan-kesulitan yang akan timbul sebagai akibat daripada ketidakadaan uang seperti yang baru diterangkan di atas dapatlah diambil kesimpulan bahwa uang diciptakan dalam perekonomian dengan tujuan untuk melicinkan kegiatan tukar-menukar dan perdagangan. Maka uang selalu didefinisikan sebagai: benda-benda yang disetujui oleh masyarakat sebagai alat perantaraan untuk mengadakan tukar-menukar/perdagangan. Yang dimaksudkan dengan kata ”disetujui” dalam definisi ini adalah terjadinya kata sepakat di antara anggota-anggota masyarakat untuk menggunakan satu atau beberapa benda sebagai alat perantaraan dalam kegiatan tukar-menukar. Agar masyarakat menyetujui penggunaan sesuatu benda sebagai uang, haruslah benda itu memenuhi syarat-syarat berikut:
1.      nilainya tidak mengalami perubahan dari masa ke masa,
2.      mudah dibawa-bawa,
3.      mudah disimpan tanpa mengurangi nilainya,
4.      tahan lama,
5.      jumlahnya terbatas (tidak berlebih-lebihan) dan
6.      bendanya mempunyai mutu yang sama.
Emas dan perak merupakan dua benda yang dapat memenuhi syarat-syarat ini pada masa yang lalu. Oleh sebab itu, benda tersebut telah menjadi alat perantaraan dalam kegiatan perdagangan bagi berbagai negara di dunia ini sejak berabad-abad lalu.
Kemajuan ekonomi dunia yang bertambah pesat sejak berlakunya Revolusi Industri di Inggris menyebabkan perdagangan berkembang dengan sangat pesat sekali. Transaksi-transaksi yang dijalankan telah menjadi berkali-kali lipat nilainya. Uang, emas dan perak tidak dapat ditambah secepat perkembangan perdagangan yang telah berlaku tersebut. Sebagai akibatnya bertambah lama bertambah bnayak negara menggantikan uang, emas dan perak dengan uang kertas sebagai alat untuk tukar-menukar. Pada masa ini uang kertas dan uang bank atau uang giral, yaitu uang yang diciptakan oleh bank-bank umum/ bank perdagangan adalah alat tukar-menukar yang terutama di semua negara di dunia ini.

BEBERAPA FUNGSI UANG
Berdasarkan kepada kesulitan-kesulitan yang dinyatakan dalam bahagian yang lalu, yang akan timbul dalam perekonomian yang tidak menggunakan uang sebagai alat perantaraan dalam perdagangan, dalam ilmu ekonomi peranan uang dalam melancarkan kegiatan perdagangan dibedakan menjadi empat jenis. Mereka adalah: untuk melancarkan kegiatan tukar menukar, untuk menjadi satuan nilai, untuk ukuran bayaran yang ditunda, dan sebagai alat penyimpan nilai.

1.      Uang Sebagai Alat Perantara Untuk Tukar Menukar
Dengan adanya uang kegiatan tukar menukar akan jauh lebih mudah terjadinya kalau dibandingkan dengan di dalam kegiatan perdagangan secara barter. Seseorang yang ingin memperoleh berbagai jenis barang untuk memenuhi kebutuhannya akan dapat mudah memperolehnya apabila dia memilki uang yang cukup untuk membeli kebutuhan tersebut. Uang yang dimilikinya dapat dengan mudah diperoleh apabila ia memiliki uang yang cukup untuk membeli kebutuhan tersebut. Uang yang dimilikinya dapat dengan mudah ditukarkan dengan barang-barang yang diinginkan. Kegiatan tukar menukar adalah lebih rumit di dalam perdagangan secara barter. Tukar menukar baru akan berlangsung apabila seseorang dapat menawarkan sesuatu barang yang diingini oleh seseorang lainnya, dan orang lain itu memiliki barang yang diinginkan oleh orang yang pertama.

2.      Uang sebagai satuan nilai
Keuntungan selanjutnya dari penggunaan uang dalam masyarakat bersumber dari kesanggupannya untuk bertindak sebagai satuan nilai. Yang dimaksudkan dengan satuan nilai adalah suatu ukuran yang menentukan besarnya nilai dari berbagai jenis barang. Dengan adanya uang, nilai sesuatu barang dapat dengan mudah dinyatakan, yaitu dengan menunjukkan jumlah uang yang diperlukan untuk memperoleh barang tersebut. Di samping itu, dengan membandingkan nilai berbagai jenis barang, akan dapat ditentukan besarnya nilai sesuatu barang jika dibandingkan dengan nilai-nilai barang lain. Tanpa uang nilai sesuatu barang haruslah dinyatakan dalam bentuk membandingkan kurs pertukaran di antara sesuatu barang dengan berbagai jenis barang lainnya.

Penggunaan uang sebagai satuan nilai menyebabkan masyarakat tidak perlu bersusah payah untuk menentukan nilai sesuatu barang dengan cara menentukan nilai tukar barang tersebut dengan berbagai jenbis barang lainnya. Dengan mengetahui bahwa harga sepatu adalah 100.000 rupiah sepasang, baju 50.000 rupiah sebuah, dan beras 6500 rupiah perkilo, dengan mudah telah dapat diketahui perbandingan nilai dari barang-barang tersebut. Masyarakat tidak perlu bersusah payah mengingat bahwa satu pasang sepatu sama nilainya dengan dua helai baju dan sama nilainya dengan 40 kilo beras.

3.      Uang sebagai Alat Pembayaran Tertunda
Transaksi-transaksi dalam perekonomian yang sudah berkembang banyak sekali dilakukan dengan mengadakan pembayaran diicicil. Para pembeli memperoleh barangnya terlebih dahulu dan membayarnnya pada masa yang akan datang. Penggunaan uang sebagai alat perantaraan dalam tukar menukar dapat mendorong perkembangan perdagangan yang bersifat demikian, karena para penjual akan lebih merasa yakin bahwa pembayaran yang dicicilitu adalah sesuai dengan yang diharapkannya. Dengan perkataan lain, mutu benda yang akan diperolehnya di masa yang akan datang sebagai pembayaran penjualannya, yaitu uang, akan sesuai dengan yang diharapkannya pada waktu menjual barangnya.

Satu syarat penting agar fungsi uang yang ketiga ini dapat dijalankannya dengan baik adalah bahwa nilai uang yang digunakan harus tetap stabil. Nilai uang dikatakan stabil apabila sejumlah uang yang dibelanjakan akan tetap memperoleh barang-barang yang sama banyak dan sama mutunya dari masa ke masa. Apabila syarat ini tidak dipenuhi maka fungsi uang sebagai ukuran untuk pembayaran tertunda tidak akan dapat dijalankan dengan sempurna. Ada kemungkinan orang lebih suka menerima pembayaran yang tertunda dalam bentuk barang atau menghindari tukar menukar denganpembayaran yang tertunda. Keadaan seperti itu selalu terjadi pada waktu harga-harga barang mengalami kenaikan yang cepat dari waktu ke waktu.

4.      Uang sebagai alat penyimpan nilai
Penggunaan uang memungkinkan kekayaan seseorang disimpan dalam bentuk uang. Apabila harga-harga barang adalah stabil, menyimpan kekayaan dalam bentuk uang adalah lebih menguntungkan daripada menyimpannya dalam bentuk barang. Di dalam perekonomian yang sudah maju, jenis uang yang terutama adalah uang bank atau uang giral. Uang jenis ini tidak memerlukan biaya untuk menyimpannya dan mudah mengurusnya. Ini disebabkan karena kalau seseorang memiliki uang ini, penyimpanan dan pengurusan uang tersebut bukan dilakukan oleh pemiliknya, tetapi oleh bank penjagaan yang ”menyimpan” uang tersebut. Walaupun uang itu tidak di tangan pemiliknya, pemilik dapat dengan mudah menggunakan uang tersebut. Yang perlu dilakukannya adalah menulis selembar cek yang menunjukkan jumlah uang yang harus dibayarkan dan kepada siapa pembayaran itu harus dilakukan.

Jenis kedua dari uang yang sekarang ini banyak digunakan adalah uang kertas. Uang ini juga merupakan alat penyimpan nilai yang lebih baik daripada menyimpan nilai dalam bentuk barang. Uang kertas tidak memerlukan biaya dan ruangan yang besar untuk menyimpannya. Dapat dikatakan bahwa uang merupakan adalah alat penyimpan nilai yang lebih baik daripada menyimpan kekayaan yang berupa barang, dimisalkan bahwa nilai uang tidak mengalami perunahan yang berarti dari masa ke masa. Apabila harga-harga selalu mengalami kenaikan nilai uang akan terus menerus mengalami penurunan. Maka kekayaan yang berupa uang akan mengalami penurunan nilai kalau dibandingkan dengan kekayaan yang berbentuk barang. Dalam keadaan demikian uang bukanlah alat penyimpan nilai yang baik. Apabila keadaan seperti itu terjadi dalam perekonomian, masyarakat akan beramai-ramai menggantikan kekayaan yang berupa uang menjadi kekayaan yang berbentuk barang.


JENIS UANG SEPANJANG SEJARAH

Sejarah uang sangat berhubungan dengan sejarah peradaban manusia. Semenjak manusia memulai peradabannya dan ke luar dari zaman batu, mereka telah menciptakan berbagai bentuk barang yang digunakan sebagai alat perantara dalam tukar menukar. Terdapatnya kesulitan yang ditumbulkan perdagangan secara barter menyebabkan sejak berabad-abad yang lalu orang telah menggunakan uang sebagai alat tukar menukar. Uang yang mula-mula sekali digunakan terdiri dari barang-barang yang sangat dibutuhkan masyarakat dan yang banyak mereka gunakan dalam kehidupan sehari-hari, Seperti: Beras, jagung, gandum, ikan, binatang ternak. Dan sering pula ia berupa barang-barang yang membantu pekerjaan seseorang seperti pancing, jala, dan bisa barang-barang yang digunakan sebagai perhiasan seperti kalung, sisir, bedak/barang-barang yang digunakan sebagai alat pertahanan seperti pedang, pisau, dan alat-alat senjata lainnya.
Jenis uang yang sudah sejak lama digunakan, dan yang selama kurang lebih dua puluh lima abad merupakan mata uang yang paling banyak digunakan oleh berbagai negara, adalah mata uang emas dan perak. Emas dan perak mempunyai ciri-ciri yang diperlukan untuk menjadi uang yang baik. Sifat-sifat yang menyebabkan kedua-dua jenis logam tersebut sangat sesuai untuk digunakan sebagai uang adalah:
1.        Banyak orang menyukai benda tersebut karena dapat digunakan sebagai perhiasan.
2.        Emas maupun perak mempunyai mutu yang sama.
3.        Kedua-duanya tidak mudah rusak, tetapi dapat dengan mudah dibagi-bagi apabila diperlukan.
4.        Jumlahnya sangat terbatas dan untuk memperolehnya perlu biaya dan usaha.
5.        kedua-dua barang itu sangat stabil nilainya karena mereka tidak berubah mutunya dari masa ke masa dan tidak mengalami kerusakan.



Uang yang terbuat dari emas dan perak telah mulai digunakan sejak abad ketujuh sebelum masehi dan sampai abad yang lalu mata uang emas dan perak adalah uang yang paling penting dan paling banyak digunakan. Kemajuan ekonomi yang dicapai sesudah Revolusi Industri menyebabkan perdagangan berkembang dengan pesat sekali. Permintaan terhadap emas dan perak untuk digunakan sebagai uang bertambah dengan sangat pesat pula. Maka kesulitan-kesulitan mulai timbul dalam menggunakan kedua-dua logam tersebut sebagai uang. Sebab-sebab utama dari kesulitan tersebut adalah sebagai berikut:
1.        Emas dan perak memerlukan tempat yang cukup besar untuk menyimpan. Pada waktu transaksi belum begitu besar nilainya, masalah penyimpan uang belu timbul karena belum banyak ruangan yang diperlukan. Kemajuan ekonomi yang diikuti pula oleh perkembangan perdagangan menyebabkan nilai transaksi menjadi berkali-kali lipat besarnya. Lebih banyak uang diperlukan untuk transaksi-transaksi tersebut dan masalah mneyediakan tempat untuk menyimpan uang itu mulai timbul.
2.        Emas dan perak merupakan benda yang berat. Kalau nilai transaksi adalah kecil, maka jumlah mata uang emas dan perak yang digunakan dalam transaksi tersebut tidak terlalu banyak. Maka berat benda tersebut belum menimbulkan kesulitan kepada kedua belah pihak yang melakukan transaksi tersebut. Dalam perekonomian yang bertambah maju nilai transaksi yang telah meningkat menjadi berkali-kali lipat memerlukan mata uang emas dan perak yang banyak sekali jumlahnya, dan ini menimbulkan masalah untuk membawanya dari satu tempat ke tempat lain.
3.        Emas dan perak sukar untuk ditambah jumlahnya, sedangkan dalam dua abad belakangan ini perdagangan berkembang dengan sangat pesat sekali. Ketidakseimbangan ini dapat menghalangi perkembangan perdagangan, karena akan timbl kekurangan uang untuk melancarkan kegiatan perdagangan yang berkembang dengan pesat tersebut.

Untuk mengatasi kelemahan-kelemahan dari penggunaan mata uang emas dan perak sebagai alat perantaraan dalam tukar menukar, mulailah diperkenalkan orang jenis uang yang baru, yaitu uang kertas. Pada mulanya uang kertas yang dikeluarkan digunakan untuk menggantikan sejumlah emas yang dimiliki seseorang yang disimpankan ke dalam sesuatu bank, maka bank tersebut akan mengeluarkan uang kertas yang sama nilainya dengan uang emas yang disimpankan ke dalam bank tersebut. Lama kelamaan uang kertas dikeluarkan oleh bank tidak lagi berdasarkan kepada jumlah uang emas yang disimpan di dalam bank tersebut.


PERKEMBANGAN UANG KERTAS DAN UANG BANK

Emas dan perak tidak lagi digunakan sebagai uang. Bahkan disemua negara uang terutama dibuat dari kertas atau berbentuk tabungan di bank yang dapat dikeluarkan dengan menggunakan cek. Uang yang dibuat dari logam merupakan bagian yang sangat kecil dalam keseluruhan jumlah uang dalam perekonomian.
Penggunaan uang kertas sebagai alat perantaraan dalam perdagangan menjadi sangat bertambah pesat perkembangannya setelah bank-bank mengeluarkan uang kertas tanpa terlebih dahulu mereka menerima emas dari para nasabahnya. Apabila di dalam perekonomian telah terjadi kebutuhan yang mendesak akan uang maka bank-bank umum, sampai kepada suatu jumlah maksimum tertentu, akan bersedia menyediakannya. Dengan demikian setelah masa tersebut uang kertas yang beredar telah melebihi nilai emas yang disimpan di dalam bank tersebut.
            Masyarakat masih tetap bersedia menggunakan uang yang diciptakan secara demikian karena di atas uang kertas yang dikeluarkan itu dijanjikan bahwa apabila pemegangnya ingin menggantikan uang tersebut dengan emas, maka bank umum tersebut setiap waktu akan bersedia melakukannya. Ini berarti, emas yang berada di bank-bank umum (yang dipercayakan kepada bank-bank itu untuk disimpan); akan digunakan oleh bank-bank tersebut sebagai cadangan untuk menciptakan lebih banyak - uang kertas. Di dalam keadaan politik dan perekonomian yang stabil para pemegang uang kertas yang diciptakan oleh bank-bank umum tersebut tidak akan menukarnya dengan emas. Oleh sebab itu, walaupun uang kertas yang diciptakan melebihi nilai emas yang disimpan, bank-bank umum akan selalu dapat memenuhi keinginan dari beberapa pemegang uang kertas yang ingin menukarkannya dengan emas.
Uang kertas yang sekarang digunakan di berbagai negara bukanlah dikeluarkan oleh bank-bank umum tetapi oleh Bank Sentral, yaitu bank yang bertindak sebagai bank untuk bank-bank umum. Sekarang ini bank umum tidak diberi kekuasaan lagi oleh Pemerintah untuk mengeluarkan uang kertas. Walaupun bank-bank umum sudah tidak mempunyai kekuasaan lagi untuk mengeluarkan uang kertas, ini bukanlah berarti bahwa kekuasaannya untuk menciptakan uang sudah tidak ada. Yang benar adalah yang sebaliknya. Sekarang ini kuasa bank-bank umum untuk menciptakan uang telah menjadi sangat bertambah besar. Kekuasaan itu harus dikendalikan dengan sungguh¬sungguh agar tidak menimbulkan akibat-akibat yang buruk kepada perekonomian. Di negara-negara yang sudah maju sistem keuangannya, bank-bank umum merupakan pencipta uang yang terutama. Uang yang diciptakan oleh bank-bank umum dinamakan uang giral. Uang giral selalu disebut juga sebagai uang bank atau rekening koran. Oleh karena bank-bank umum mempunyai pengaruh yang penting sekali dalam kegiatan ekonomi, adalah penting untuk mengetahui kegiatan mereka secara lebih mendalam. Maka dalam bahagian berikut akan diterangkan kegiatan-kegiatan yang biasanya dilakukan oleh sebuah bank umum.


PERAN DAN KEGIATAN BANK UMUM

Bank umum merupakan lembaga keuangan yang paling penting suatu perekonomian. Definisi bank umum secara singkat adalah bank yang dapat memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran. Bank-bank umum terdiri dari bank-bank umum pemerintah, bank-bank umum swasta nasional devisa, bank-bank swasta nasional nondevisa dan bank-bank asing dan campuran. Kegiatan utama bank-bank umum adalah menghimpun dana masyarakat antara lain dalam bentuk giro, deposito berjangka dan tabungan, serta menyalurkan kepada masyarakat dalam bentuk kredit. Banyak lembaga dalam perekonomian bertindak sebagai perantara keuangan, tetapi hanya bank yang memiliki otoritas hukum untuk menciptakan aset yang merupakan bagian dari penawaran uang, seperti rekening cek. Karena itu, bank satu-satunya lembaga keuangan yang secara langsung mempengaruhi penawaran uang.
Yang dimaksud dengan lembaga keuangan atau institusi keuangan adalah semua perusahaan yang kegiatannya utamanya adalah meminjamkan uang yang disumpan kepada mereka. Badan-badan ini mendorong masyarakat untuk menabung kepada mereka. Sebagai balas jasanya para nasabah akan diberi pendapatan berupa bunga. Tabungan yang telah terkumpul oleh lembaga tersebut akan dipinjamkan kembali kepada individu-individu dan perusahaan yang membutuhkannya.
Lembaga keuangan yang lazim terdapat di suatu Negara dapat dibedakan menjadi beberapa jenis, yaitu:
1.    Bank umum atau bank perdagangan. Institusi ini adalah bank yang bukan saja dapat meminjamkan atau menginvestasikan berbagal jenis tabungan yang diperolehnya, tetapi juga dapat membedakan pinjaman dari rnenciptakan sendiri uang giral.
2.    Bank tabungan. Bank ini melakukan kegiatan hampir seperti perusahaan peminjaman Tabungan, menerima simpanan dalam bentuk tabungan atau simpanan berjangka panjang dan kemudian meminjamkan atau menginvestasikan uang tersebut.
3.    perusahaan peminjaman. Merupakan badan keuangan yang menerima simpanan dalam bentuk tabungan atau simpanan berjangka lama (yaitu hanya dapat diambil kembali oleh pemiliknya sesudab beberapa waktu yang ditentukan), dan selanjutny; meminjamkan nan menginvestasikan tabungan tersebut.
4.      Pasaran saham. Suatu lembaga yang fungsi utamanya adalab menjadi tempat-tempat saham perusahaan-perusahaan diperjualbelikan.
5.     Perusahaan asuransi Terdiri dari perusahaan yang memperoleb uang dengan menjanjikan akan membuat sejunlah ganti rugi kepada individu, perusahaan dan badan-badan lainnya apabila sesuatu peristiwa seperti: kecelakaan, kebakaran, kehilangan dan dan sebagainya—berlaku ke atas orang, perusahaan atau badan yang membayar uang asuransi kepada perusabaan asuransi. Uang asuransi yang dikumpul kan oleb badan ini akan diinvestasikan atau dipinjamkan.


KEISTIMEWAAN BANK UMUM

Telah dikatakan bahwa bank umum merupakan badan keuangan yang paling penting dan paling berpengaruh dalam kegiatan ekonomi. Ini disebabkan karena bank umum mempunyai beberapa keistimewaan yang tidak dimiliki oleh badan-badan keuangan lainnya. Salah satu keistimewaan itu adalah:
1.      Dapat Diambil Dengan Cek
Kemampuan bank umum untuk menciptakan tabungan yang dapat sewaktu-waktu diambil dengan menggunakan cek, yaitu tabungan giral. Keistimewaan untuk menciptakan tabungan yang boleh diambil dengan menggunakan cek tidak dimiliki oleh badan-badan keuangan lainnya. Tabungan di dalam badan-badan keuangan lain hanya boleh diambil apabila pemiliknya datang langsung ke badan-badan tersebut.

2.      Menciptakan Daya Beli
Keistimewaan yang kedua dari bank umum bersumber dari kemampuannya untuk menciptakan daya beli baru atau menghapuskan daya beli yang ada di dalam perekonomian. Kegiatannya ini secara automatis akan menimbulkan perubahan-¬perubahan jumlah uang yang tersedia dalam perekonomian. Kegiatan "menciptakan" atau "menghapuskan" uang ini dilakukan oleh bank umum apabila bank memberikan atau membatalkan pinjaman kepada para nasabahnya. Yang ingin ditekankan di sini hanyalah bahwa badan keuangan lainnya tidak mempunyai kekuasaan yang demikian. Mereka hanya dapat meminjamkan tabungan-tabungan yang diperoleh dari masyarakat. Apabila mereka ingin mengadakan lebih banyak investasi dan peminjaman, usaha yang terutama dapat mereka lakukan adalah menarik lebih banyak tabungan dari masyarakat. Atau mereka meminjam dari bank-bank umum. Apabila bank umum ingin melakukan investasi dan membuat peminjaman yang lebih banyak, di samping dengan menarik lebih banyak tabungan, bank umum dapat melakukannya dengan menciptakan tabungan giral/uang giral. Keistimewaannya sebagai pencipta uang inilah yang terutama menyebabkan bank-bank umum mempunyai pengaruh.yang penting sekali dalam kegiatan ekonomi.

3.      Memberi Pinjaman Jangka Pendek
Keistimewaan yang ketiga dari bank umum bersumber dari aktivitas kegiatan meminjamkan uang yang dilakukannya. Bank umum terutama memberikan pinjaman, jangka pendek. Ini berarti bank umum merupakan satu badan yang penting peranannya kepada perusahaan-perusahaan untuk menyesuaikan keadaan keuangannya dengan gerak naik turun kegiatan ekonomi. Pada waktu perekonomian mencapai tingkat kegiatan yang tinggi biasanya para pengusaha memerlukan lebih banyak modal kerja, dan bank umum dapat dengan segera menyediakan modal yang diperlukan tersebut. Sebaliknya, apabila kegiatan ekonomi mengalami kemunduran, perusahaan¬ harus mengurangi kegiatan mereka. Dengan sendirinya keperluan untuk memperoleh tambahan modal kerja akan berkurang. Maka. para pengusaha akan mengembalikan modal kerja yang mereka pinjam dari bank-bank umum.


NERACA BANK UMUM

Dengan mengamati neracanya dapatlah diketahui kegiatan-kegiatan utama dari suatu bank umum. Dalam neraca dimisalkan berbagai jenis tabungan masyarakat dalam bank umum tersebut seluruhnya berjumlah 370 milyar. Nilai ini terdiri dari 300 milyar tabungan giral, 20 milyar tabungan dan 40 milyar tabungan berjangka (deposito berjangka). Tabungan giral merupakan tabungan dalam bank umum yang dapat diambil sewaktu-waktu oleh pemiliknya dengan menggunakan cek. Tabungan merupakan uang yang disimpan di bank yang hanya dapat diambil sendiri ke bank tersebut dengan menunjukan buku tabungan dari pemilik tabungan tersebut atau melalui ATM. Sedangkan tabungan berjangka merupakan tabungan yang hanya dapat diambil setelah jangka waktu tertentu.
Tidak semua tabungan yang diterima oleh bank umum dapat dipinjamkan kepada para nasabahnya. Sebagian dari tabungan itu harus tetap berada dalam bank tersebut sebagai uang tunai dan sebagian lagi disimpan di bank sentral. Uant tunai dan tabungan dalam bank sentral ini dinamakan cadangan.
Dimisalkan bank sentral mewajibkan kepada bank umm menyimpan 20% dari uang giral sebagai cadangan, dan untuk tabungan dan tabungan berjangka cadangannya 5%. Maka menurut peraturan tersebut cadangan yang harus ditabung oleh bank umum tersebut adalah:
20% x 300 milyar = 60 milyar
5% x 40 milyar = 2 milyar
5% x 20 milyar = 1 milyar
Cadangan = 63 milyar
Jika cadangan yang disimpan bank umum sama dengan yang ditentukan oleh peraturan. Kelebihan dari tabungan yang diterima dan modal yang dimilikinya digunakan bank umum untuk memperoleh pendapatannya, yaitu meminjamkan dan menginvestasikan uang tersebut. Maka dalam neraca uang yang dipinjamkan berjumlah 180 milyar dan yang diinvestasikan 123 milyar.

NERACA BANK UMUM (dalam milyar)
AKTIVA
PASIVA
Cadangan
63
Tabungan Giral
300
Peminjam
180
Tabungan
30
Investasi
123
Tabungan berjangka (deposito)
40
Bangunan & peralatan
4
Modal
10
JUMLAH
370
JUMLAH
370

Dalam kenyataannya uang tunai pada bank umum adalah lebih besar daripada jumlah cadangan minimal yang perlu disimpan oleh bank-bank umum untuk memenuhi peraturan-peraturan mengenai cadangan. Salah satu faktor yang menyebabkannya adalah karena bank umum ingin menjaga agar kedudukan banknya lebih kuat dan tidak perlu membuat penyesuaian apabila terjadi perubahan dalam berbagai jenis tabungan. Faktor lainnya adalah karena kurangnya kesempatan untuk memberikan pinjaman dan melakukaninvestasi yang menguntungkan dan terjamin. Maka disini bank umum tidak dapat menggunakan semua kelebihan tabungan yang ada untuk dipinjamkan dan diinvestasikan.


PROSES PENCIPTAAN UANG GIRAL

Tabungan giral atau rekening koran yang diciptakan oleh bank umum dapat dibedakan menjadi dua jenis: tabungan giral utama dan tabungan giral derivatif. Bank umum akan menciptakan tabungan giral utama apabila ia mendapat uang dari nasabahnya dalam bentuk uang tunai atau cek yang ditarik dari bank lain. Setelah menerima uang tunai atau cek tersebut bank umum akan menambah nilai tabungan giral dari pihak yang memasukkan uang tunai atau cek tersebut.
Bank umum akan menciptakan tabungan derivatif apabila bank itu memberikan pinjaman kepada nasabahnya. Contoh berikut menggambarkan bagaimana tabungan derivatif tersebut tercipta. Misalkan seorang pengusaha kecil datang ke suatu bank umum untuk meminjam. Bank itu akan melakukan investigasi mengenai kemajuan aktivitas usaha pengusaha tersebut dan terutama kemampuan pengusaha tersebut untuk membayar hutangnya. Apabila pinjaman itu disetujui, bank akan menciptakan simpanan giral atas nama pengecer tersebut yang nilainya adalah sama dengan pinjaman yang diberikan. Pengusaha dapat mengambil pinjaman itu dengan secara mengambil uang tunai dari bank itu atau dengan menggunakan cek pada setiap waktu ia membutuhkan uang tersebut. Tabungan derivatif adalah tabungan giral yang diciptakan seperti yang dijelaskan berikut ini, yaitu diciptakan tanpa memasukan uang tunai atau cek ke dalam bank tersebut. Tindakan dari bank umum tersebut akan menambah uang giral dalam perekonomian.
Dalam menjelaskan proses penciptaan uang oleh bank-bank umum perlu dibuat beberapa asumsi yaitu sebagai berikut:
1.       Rasio cadangan yang ditetapkan adalah 20 persen.
2.  Semua kelebihan cadangan akan dipinjamkan oleh setiap bank umum kepada nasabahnya.
3.       Transaksi-transaksi selalu dibayar dengah menggunakan cek.
4.      Seluruh tabungan yang dimasukkan ke dalam setiap bank umum adalah me¬rupakan tabungan giral.  
Proses transaksi untuk penciptaan uang oleh bank umum perekonomian dengan menggunakan asumsi di atas. Tabungan giral yang mula-mula ini dimisalkan berjumlah Rp. 100 juta dimasukkan dalam bank umum I. Karena besarnya cadangan yang diwajibkan adalah 20 % dan semua kelebihan cadangan dipinjamkan, maka setelah semua kelebihan cadangan diserahkan kepada nasabahnya, perubahan dalam neraca bank umum I adalah seperti berikut:

NERACA BANK UMUM I (dalam juta rupiah)
AKTIVA
PASIVA
Cadangan
20
Tabungan Giral
100
Peminjam
80


JUMLAH
100
JUMLAH
100

Para nasabah yang menerima pinjaman dari bank umum I akan membelanjakan uang ytang diperoleh. Maka segolongan penjual akan menerima tambahan pembayaran sebanyak 80 juta rupiah, dan ini kemudian mereka simpan di bank umum II. Seperti bank umum I, bank umum II akan menyimpan 20% dari tabungan giraln yang diperolehnya sebagai cadangan wajib, selebihnya dipinjamkan kepada para nasabah. Setelah semua kelebihan cadangan yang ada pada bank umum II dipinjamkan, perubahan neraca pada bank umum II adalah sebagai berikut:

NERACA BANK UMUM II (dalam juta rupiah)
AKTIVA
PASIVA
Cadangan
16
Tabungan Giral
80
Peminjam
64


JUMLAH
80
JUMLAH
80

Seperti dengan yang dilakukan oleh orang-orang yang meminjam di Bank Umum I, langganan-langganan yang meminjam di Bank Umum II akan membelanjakan uang yang mereka peroleh sebesar Rp. 64 juta. Segolongan penjual akan memperoleh uang tersebut dan menyimpannya di bank umum III. Untuk memenuhi peraturan-peraturan yang ditetapkan 20 % dari tabungan itu akan digunakan sebagai cadangan, dan selebihnya dipinjamkan kepada para nasabah yang memerlukan. Apabila seluruh uang yang dapat dipinjamkan telah diberikan kepada para peminjam, perubahan dalam neraca bank umum II adalah sebagai berikut:

NERACA BANK UMUM III (dalam juta rupiah)
AKTIVA
PASIVA
Cadangan
12,8
Tabungan Giral
64
Peminjam
51,2


JUMLAH
64
JUMLAH
64

Penerima pinjaman dari bank umum II akan melakukan tindakan seperti yang dilakukan oleh para peminjam dari bank umum I dan bank umum II, yaitu mereka akan membelanjakan uang yang mereka peroleh tersebut. Uang ini akan diperoleh para penjual yang menjual barang mereka kepada para peminjam tersebut dan selanjutnya akan disimpan di dalam bank umum IV. Seperti dengan yang telah dilakukan oleh bank umum I, II, dan III, bank umum IV akan meminjamkankelebihan cadangan yang ada padanya.
Proses penciptaan uang seperti yang diterangkan di atas kan terus-menerus berlangsung sehingga kelebihan cadangan tidak ada lagi. Pada tingkat ini bank umum yang berikut tidak dapat lagi menciptakan uang giral. Apabila pross penciptaan uang ini berakhir, seluruh uang giral yang diciptakan adalah berjumlah berapa kali lipat daripada tabungan giral yang mula-mula dilakukan. Pada proses penciptaan uang giral tersebut yang jumlah awalnya hanya sebesar Rp. 100 juta akan menjadi Rp. 500 juta setelah melalui proses penciptaan uang giral dengan mekanisme yang sama, seperti dijelaskan di atas. Pada akhirnya jumlah seluruh tabungan giral, cadangan dan kelebihan cadangan masing-masing nilai tersbut dapat dihitung dengan menggunakan persamaan berikut:

D = S/R

Dimana
D : Jumlah seluruh uang giral, cadangan dan kredit yang diberikan yang akan terwujud dalam proses penciptaan uang.
S : Jumlah uang giral, likuiditas dan kredit yang diberikan, yang tercipta pada awal proses penciptaan uang
R : Ketentuan bagian uang giral (dalam persen) yang harus ditahan oleh bank sebagai cadangan likuiditas (reserve requirement).

Bedasarkan formula tersebut maka:
      1.      Pertambahan uang giral adalah:
      100 juta / 0,2 = Rp. 500 juta
      2.      Pertambahan cadangan adalah:
      20 juta / 0,2 = Rp. 100 juta
      3.      Pertambahan pinjaman adalah:
       80 juta / 0,2 = Rp. 400 juta

Bank Umum
Tabungan Giral
Cadangan
Kelebihan cadangan / jumlah yg dipinjamkan
Jumlah Seluruh Tabungan Giral
I
100
20
80
100
II
80
16
64
180
III
64
12,8
51,2
244
IV
51,2
10,24
40,96
295,2
V
0,96
8,192
32,768
296,16
...
...
...
...
...
Jumlah
500
100
400
500


PROSES PENCIPTAAN UANG GIRAL DALAM REALITA

Proses penciptaan uang giral di dalam kenyataan yang sebenarnya tidaklah sebesar seperti yang baru saja diterangkan. Proses penciptaan uang yang telah digambarkan, hanya akan terjadi apabila pemisalan-pemisalan yang dikemukakan pada permulaan diatas berlaku seperti yang dinyatakan dalam pemisalan. Kalau tidak demikian, gambaran mengenai proses penciptaan uang akan mempunyai bentuk yang berbeda. Dan yang lebih penting lagi, di dalam kenyataan, proses penciptaan uang tidak akan sejauh atau seluas seperti yang digambarkan. Dibawah ini ada tiga faktor penting yang membatasi penciptaan uang giral.

1.        Kebocoran uang tunai
Salah satu faktor yang membatasi luasnya proses penciptaan uang adalah berlakunya kebocoran uang tunai, yaitu sebagian dari uang yang seharusnya disimpan ke bank umum yang berikut tetap dipegang oleh pemiliknya. Ini merupakan keadaan yang lazim berlaku di masyarakat. Seseorang yang menerima uang tidak selalu memasukkan semua uang tersebut ke dalam bank. Sebagian akan disimpan dalam rumah, dalam perusahaan atau dalam kantong. Faktor ini akan membatasi luasnya penciptaan uang yang akan berlaku.

2.        Bank ingin mempunyai cadangan yang lebih banyak
Faktor penting lain yang akan membatasi luasnya penciptaan uang adalah keinginan bank untuk membuat cadangan atas tabungan giral yang lebih besar daripada yang diterapkan oleh peraturan perbankan. Apabila bank-bank umum dalam contoh tersebut bukan mempertahankan cadangan sebesar 20% tetapi 25% maka tabungan giral yang tercipta hanya sebesar 400 juta,
D = S/R ó 100 / 0,25 = 400 juta

3.        Kekurangan Pinjaman
Sebab penting lain yang akan mendorong bank umum untuk mempertahankan cadangan yang lebih tinggi dari yang ditetapkan bank sentral adalah karena kekurangan peminjam-peminjam yang mampu membayar bunga dan membayar kembali pinjaman mereka. Maka pimpinan bank merasa adalah lebih baik untuk menahan uang tersebut di bank dari meminjamkannya, kalau pada akhirnya uang itu tidak dapat dikembalikan oleh para peminjamnya.


MATA UANG DALAM PEREDARAN DAN UANG BEREDAR

Mata uang dalam peredaran adalah seluruh jumlah mata uang yang telah dikeluarkan dan diedarkan oleh bank sentral. Mata uang tersebut terdiri dari dua jenis, yaitu uang logam dan uang kertas. Dengan demikian mata uang dalam peredaran adalah sama dengan uang kartal.
Uang beredar adalah semua jenis uang yang berada di dalam perekonomian, yaitu jumlah dari mata uang dalam peredaran ditambah dengan uang giral dalam bank-bank umum. Pengertian uang beredar atau money supply perlu dibedakan pula menjadi dua pengertian, yaitu pengertian yang terbatas dan pengertian yang luas.
Dalam pengertian yang terbatas uang beredar adalah mata uang dalam peredaran ditambah dengan uang giral yang dimiliki oleh perseorangan, perusahaan, badan-badan pemerintah. Dalam pengertian yang luas uang beredar meliputi : Mata uang dalam peredaran, Uang giral, Uang kuasi. Uang kuasi terdiri dari deposito berjangka, tabungan, dan rekening (tabungan) valuta asing milik swasta domestic. Uang beredar menurut pengertian yang luas ini dinamakan juga sebagai likuiditas perekonomian atau M2. Pengertian yang sempit dari uang beredar selalu disingkat M1.


KEKAYAAN MUDAH TUNAI (BERLIKUIDITAS TINGGI)

Kekayaan mudah tunai adalah “harta-harta yang bersifat uang”, yaitu berbagai jenis kekayaan yang dapat ditukarkan dengan barang atau uang dalam waktu yang cepat dan tanpa kerugian nilai. Dalam perekonomian yang maju, kekayaan semacam itu banyak dijumpai. Pada setiap masa di berbagai tempat uang dapat digunakan untuk membayar pembelian barang atau jasa yang dilakukan. Beberapa kekayaan yang bersifat uang lainnya tidak dapat serta merta digunakan untuk memperoleh barang-barang, tetapi mereka dapat dengan mudah ditukarkan kepada uang. Contoh kekayaan seperti itu adalah tabungan, deposito berjangka, dan surat pinjaman jangka pendek pemerintah dan sertifikat bank Indonesia.
Tabungan dan deposito berjangka adalah kekayaan keuangan yang mempunyai tingkat “mudah tunai” yang hampir sama tingginya dengan uang, yaitu ia dapat dengan cepat diubah menjadi uang. Satu-satunya kelemahannya adalah ia tidak dapat dengan serta merta digunakan untuk membeli barang atau jasa. Para pemiliknya harus terlebih dahulu pergi ke bank atau lembaga-lembaga keuangan lainnya untuk menukar jumlah tabungan atau deposit berjangka yang dimiliki mereka menjadi uang.
Tingkat mudah tunai tabungan dan deposit berjangka yang sangat tinggi menyebabkan mereka dinamakan juga sebagai uang kuasai atau hampir uang (near money). Nilai kekayaan tersebut mencerminkan sampai dimana masyarakat dapat menciptakan pengeluaran agregat, yaitu ia dapat menunjukkan besarnya daya beli yang dimiliki masyarakat, yang dalam waktu yang singkat dapat digunakan untuk membeli barang dan jasa. Dalam pengertian uang beredar yang terbatas yang dicerminkan hanyalah jumlah uang yang dapat digunakan untuk melancarkan jalannya transaksi-transaksi perdagangan. Kemampuan masyarakat untuk membeli barang-barang dan jasa-jasa adalah lebih dicerminkan oleh nilai uang beredar yang diartikan secara lebih luas.


PERKEMBANGAN BANK SENTRAL

Bank sentral adalah sebuah badan keuangan miliki negara yang diberikan tanggung jawab untuk mengatur dan mengawasi kegiatan-kegiatan lembaga-lembaga keuangan dan menjamin agar kegiatan badan-badan keuangan tersebut akan menciptakan tingkat kegiatan ekonomi yang stabil.
Pada masa ini hampir setiap negara mempunyai bank sentral, yaitu suatu bank yang diberi tugas oleh pemerintah untuk mengatur dan mengawasi kegiatan lembaga-lembaga keuangan yang terdapat dalam perekonomian. Berdasarkan fungsi yang harus dilaksanakannya bank sentral didefinisikan sebagai suatu lembaga keuangan yang pada umumnya dimiliki pemerintah yang diberikan tanggung jawab untuk mengatur dan mengawasi kestabilan kegiatan lembaga-lembaga keuangan, dan untuk menjamin agar kegiatan lembaga-lembaga keuangan itu akan membantu menciptakan tingkat kegiatan ekonomi yang tinggi dan stabil.
Tidak semua bank sentral yang ada sekarang ini dari semenjak didirikan telah merupakan bank sentral. Di Inggris dan Swedia misalnya, bank sentral yang sekarang ini pada mulanya adalah bank umum. Di Swedia bank yang sekarang ini menjadi bank sentral didirikan pada tahun 1660, tetapi baru pada tahun 1897 bank tersebut bertindak sebagai bank sentral. Bank of England, yaitu bank sentral di Inggris didirikan pada tahun 1694 tetapi fungsinya sebagai bank sentral baru mulai dijalankan pada tahun 1884. Di Amerika serikat Bank Sentalnya dinamakan Federat Reserve System, dan badan tersebut didirikan pada tahun 1913. Di negara-negara berkembang, termasuk di negara kita, bank sentral didirikan semenjak mencapai kemerdekaan, yaitu pada tahun-tahun sesudah perang dunia kedua. Bank sental di Negara kita adalah Bank Indonesia.


PERBEDAAN KEGIATAN BANK SENTRAL DAN BANK UMUM

Jika dibandingkan antara kegiatan yang dijalankan oleh bank sentral dan bank umum, maka akan dapat dilihat bahwa diantara keduanya terdapat beberapa perbedaan. Perbedaan-perbedaan tersebut antara lain adalah sebagai berikut :
1.        Dalam perekonomian hanya terdapat satu bank sental
Sebaliknya, bank umum mempunyai jumlah yang lebih banyak. Walaupun demikian bank sentral mempunyai kemampuan yang lebih besar di dalam mempengaruhi kegiatan ekonomi jika dibandingkan dengan kemampuan yang dimiliki bank umum.
2.        Bank umum kebanyakan dimiliki oleh pihak swasta.
Di Negara maju dan Negara berkembang bank sentral dimiliki atau dikuasai oleh pemerintah. Di beberapa negara, misalnya di negara kita adakalanya bank umum yang dimiliki pemerintah merupakan sebagian besar dari bank umum yang ada, tetapi manajemennya dan kegiatannya tidak berbeda dengan bank umum swasta yang biasa. Yaitu kegiatan yang mereka lakukan adalah memberikan pinjaman dan melakukan investasi, dan dalam menjalankan kegiatan ini mereka harus mengikuti petunjuk-petunjuk yang telah ditetapkan oleh bank sentral.
3.        Tujuan kegiatan bank sentral dan bank umum berbeda.
Tujuan dari bank umum yang terutama adalah berusaha agar kegiatan mereka dapat menghasilkan dan memberikan keuntungan yang maksimum kepada para pemiliknya. Sedangkan bank sentral didirikan bukanlah untuk tujuan tersebut. Salah satu tujuan penting dari mendirikan bank sentral adalah untuk mengatur dan mengawasi kegiatan bank-bank umum dan lembaga-lembaga keuangan lainnya. Tujuan penting lainnya dari mendirikan bank sentral adalah untuk membantu menciptakan kegiatan ekonomi yang tinggi dan stabil. Di dalam jangka panjang salah satu tugas penting dari bank sental adalah untuk melancarkan proses pertumbuhan ekonomi dan mengusahakan tercapainya tingkat pertumbuhan ekonomi
4.        Bank sentral diberi kekuasaan untuk mencetak uang kertas dan uang logam.
Bank sental diberi hak oleh pemerintah untuk mencetak mata uang, yaitu mengeluarkan uang logam dan uang kertas. Sejak abad yang lalu pemerintah tidak memberikan kekuasaan lagi kepada bank-bank umum untuk mengeluarkan mata uang yang dapat digunakan untuk tukar-menukar. Dengan ketiadaan kekuasaan untuk mencetak uang ini bulanlah berarti bahwa bank umum tidka mempunyai kuasa untuk mempengaruhi jumlah uang beredar. Seperti telah diterangkan, mereka mempunyai kemampuan untuk menciptakan uang bank atau uang giral.


FUNGSI UTAMA BANK SENTRAL

Jika diperhatikan peran dan kegiatan yang dijalankan oleh bank sentral di berbagai negara, maka pada umumnya bank sentral ditugaskan oleh pemerintah untuk menjalankan lima kegiaatan berikut:
1.    Bertindak sebagai bank kepada pemerintah.
2.    Bertindak sebagai bank kepada bank-bank umum.
3.    Mengawasi kegiatan bank umum dan lembaga-lembaga keuangan lainnya.
4.    Megawasi kesimimbangan kegiatan perdagangan luar negri.
5.    Mencetak uang logam dan uang kertas yang diperlukan lainnya.


1.        Bank Sentral Sebagai Bank Kepada Pemerintah
Pemerintah dapatlah dipandang sebagai suatu perusahaan raksasa. Setiap harinya ia harus membuat pengeluaran-pengeluaran dan menerima berbagai jenis pendapatan seperti pendapatan dari pajak pendapatan, pajak penjualan dan pajak impor.
Adakalanya pemerintah berbelanja lebih banyak daripada pendapatan yang diperolehnya, oleh sebab itu pemerintah harus meminjam. Di negara-negara maju, seperti inggris, salah satu cara adalah dengan mengeluarkan treasury bill, yaitu pinjaman pemerintah yang akan dibayar kembali di dalam jangka pendek. Treasury bill itu biasanya berjangka tiga bulan, tetapi ada juga yang berjangka enam bulan, sembilan bulan atau satu tahun. Treasury bill tersebut akan dijual kepada lembaga-lembaga keuangan dan masyarakat, dan juga kepada bank sentral. Di dalam penjualan treasury bill bank sentral memegang peranan yang sangat penting. Misalnya bank sentral diberi kekuasaan oleh pemerintah untuk menentukan dan mengubah tingkat bunga dari treasury bill tersebut.
Cara lain yang dapat dilakukan oleh pemerintah untuk membiayai defisit dalam pengeluaran adalah dengan mengeluarkan surat pinjaman ( obligasi ) jangka panjang atau dengan meminjam langsung dari bank sentral. Apabila peminjaman kepada bank sentral itu sangat berlebih-lebihan , maka bank sentral harus mencetak lebih banyak uang. Langkah yang demikian dapat menimbulkan inflasi. Untuk menghindari keadaan yang tidak diinginkan ini beberapa negara membuat undang-undang mengenai besarnya pinjaman yand dapat diambil pemeritah dari bank sentral. Peraturan tersebut bertujuan untuk membatasi hak bank sentral mencetak uang dan meminjamkannya kepada pemerintah

2.        Bank Sentral Sebagai Bank Kepada Bank Umum
Bank sentral selalu disebut juga sebagai “bank kepada bank” (bankers’ bank”) atau sumber pinjaman terakhir” (“leader of lastresort”). Artinya bank sentral adalah bank dari bank-bank lainnya dan ia merupakan sumber terakhir dari pinjaman apabila bank-bank umum tidak dapat memperoleh lagi pinjaman dari sumber lainnya.
Bank sentral disebut juga bank dari bank-bank lainya karena jasa-jasa yang diberikan kepada bank umum adalah sama sifatnya dengan jasa bank umum kepada masyarakat.

3.        Mengawasi Bank Umum Dan Institusi Keuangan Lain
Lembaga-lembaga keuangan, termasuk bank umum, merupakan perusahaan yang mencari keuntungan dari meminjamkan uang yang dimilikinya atau yang ditabungkan kepadanya. Untuk memperoleh keuntungan yang maksimal mereka haruslah meminjamkan kepada perusahaan-perusahaan dan perorangan-perorangan sebanyak yang mungkin mereka pinjamkan. Apabila tujuan ini terlalu ditekankan oleh lembaga-lembaga keuangan tersebut, maka akan timbul akibat-akibat buruk kepada masyarakat dan perekonomian.
Lembaga-lembaga keuangan mungkin memberi terlalu banyak pinjaman sehingga uang tunai yang ditunggalkan sebagai cadangan tidak mencukupi lagi. Pada ketika masyarakat menarik lebih banyak uangnya dari lembaga-lembaga keuangan tersebut, mereka tidak akan mempunyai cukup dana untuk melakukan pembayaran tersebut. Keadaan tersebut akan menghilangkan kepercayaan masyarakat kepada lembaga-lembaga keuangan. Disamping itu, pinjaman yang tidak diawasi akam menyebabkan badan keuangan meminjamkan uangnya kepada usaha-usaha yang sangat tinggi resikonya. Apabila usaha itu gagal mereka tidak akan dapat memperoleh kembali uang mereka yang mereka pinjamkan. Keadaan demikian dapat menyebabkan lembaga keuangan tersebut menutup usahanya dan tidak dapat membayar kembali tabungan dari para langganannya. Disamping itu, apabila pemerintah tidak mengawasi kegiatan mereka, lembaga-lembaga keuangan memberi pinjaman yang berlebih-lebihan pada masa perekonomian mencapai kemakmuran yang tinggi dan perekonomian sedang mengalami masalah inflasi. Tindakan ini memperburuk masalah inflasi yang sedang dihadapi.

4.        Mengawasi Kesetabilan Kurs Valuta Asing
Salah satu usaha yang perlu dilakukan untuk menciptakan kesetabilan ekonomi adalah dengan mempertahankan kesetabilan nilai kurs mata uang asing. Untuk mencapai tujuan ini pertama-tama haruslah dijaga agar terdapat keseimbangan di antara ekspor dan aliran masuk modal satu pihak, dengan impor dan aliran ke luar modal di lain pihak. Selanjutnya harus pula dijaga agar terdapat cukup cadangan mata uang asing yang dapat sewaktu-waktu dugunakan untuk membiayai pembayaran uang asing yang berlebihan ke negara-negara lain karna aliran ke luar untuk pembayaran impor dan kebutuhan lain adalah lebih besar daripada aliran yang masuk yang diterima dari ekspor dan pendapatan dari luar lainnya.


5.        Mencetak Uang Logam Dan Uang Kertas
Mata uang yang beredar dalam perekonomian dikeluarkan oleh bank sentral. Pemerintah memberi kekuasaan kepada bank sentral untuk mencetak uang yang diperlukan untuk melancarkan kegiatan perdagangan dan produksi. Di dalam menjalanjan tugas ini bank sentral haruslah menentukan besarnya jumlah uang yang harus disediakannya pada suatu waktu tertentu. Di samping itu dari satu waktu ke waktu lainnya ia harus pula menentukan pertambahan jumlah uang yang perlu dilakukan agar kegiatan perdagangan dan produksi tetap dapat berjalan dengan lancar, dan perkembangan ekonomi yang teguh harus berlangsung.
Share:

0 comments:

Posting Komentar

PENGUNJUNG